Rabu, 08 Januari 2014

RANGKUMAN TUGAS SOFTSKILL : Psikologi Manajemen

Definisi "Komunikasi"

 Komunikasi ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu dengan individu , individu dengan kelompok , atau kelompok dengan kelompok yang menciptakan dan menggunakan informasi sehingga bisa terhubung dengan lingkungan dan orang lain . Komunikasi dapat dilakukan dengan cara verbal / lisan dan non verbal / gerak – gerik badan . Sedangkan, menurut Pawito dan C Sardjono (1994 : 12) komunikasi adalah suatu proses dengan mana suatu pesan dipindahkan atau dioperkan (lewat suatu saluran) dari suatu sumber kepada penerima dengan maksud mengubah perilaku, perubahan dalam pengetahuan, sikap dan atau perilaku overt lainnya. Sekurang-kurangnya didapati empat unsur utama dalam model komunikasi yaitu sumber (the source), pesan (the message), saluran (the channel) dan penerima (the receiver).  

Dimensi-Dimensi Komunikasi

  
  • Komunikasi Sebagai Proses
Komunikasi sebagai proses merupakan kegiatan yang bersifat dinamis , bergerak , dan aktif . Kegiatan pengiriman pesan pada satu orang ke orang yang lain disebut dengan proses ,karena di dalamnya terjadi pergerakan / tidak pasif , karena jika orang pasif tentu tidak akan terjadi komunikasi , tentunya tidak ada proses . 

  • Komunikasi Sebagai Simbolik 
          Simbol merupakan sebuah tanda atau lambang yang diciptakan oleh manusia yang dapat menunjukkan kualitas budaya manusia dalam berkomunikasi dengan orang lain . Simbol dapat terwujud dalam bentuk verbal ( lisan / tertulis ) dan non verbal ( isyarat ) . 

  • Komunikasi Sebagai Sistem
Komunikasi sebagai sistem maksudnya adalah  berbagai elemen yang terdapat di dalamnya saling berinteraksi dan saling mempengaruhi . Komunikasi dipahami sebagai sistem yang terdiri dari bagian - bagian atau variabel - variabel yang saling mempengaruhi satu sama lain . 
  • Komunikasi Sebagai Transaksional
Komunikasi sebagai transaksional berarti adanya pengaruh atau perubahan setelah terjadinya komunikasi , perubahan atau pengaruh tersebut merupakan hasil dari proses komunikasi . Hal ini membuat pihak yang terlibat saling bergantung dan terus menerus berkomunikasi .
  • Komunikasi Sebagai Aktivitas Sosial
Di dalam masyarakat , jika mereka tidak melakukan komunikasi maka akan sulit atau bahkan tidak ada yang namanya aktivitas sosial . Karena tanpa komunikasi orang tidak dapat saling bertukar informasi , yang merupakan salah satu dasar adanya aktivitas sosial . Dengan adanya komunikasi orang dapat saling bertukar informasi dan menambah wawasannya sehingga dapat memenuhi kepentingan aktualisasi dirinya . 
  • Komunikasi Sebagai Multidimensional 
Dalam perspektif multidimensional , komunikasi memiliki dua dimensi , yaitu (1) Dimensi Isi / Content Dimension : menunjuk pada kata , bahasa , dan informasi yang dibawa . (2) Dimensi Hubungan / Relationship Dimension : menunjuk bagaimana peserta komunikasi berinteraksi satu sama lain. 

LEADERSHIP 

Definisi " Leadership " 
Leadership atau kepemimpinan adalah hubungan antara dua orang atau lebih , dimana ada satu orang atau orang yang berwenang mempengaruhi yang lainnya guna untuk meraih tujuan - tujuan tertentu dengan cara - cara yang telah ditentukan . 

Prinsip -  Prinsip Dasar Kepemimpinan 

Berikut adalah karakteristis seorang pemimpin yang didasarkan pada prinsip - prinsip yang dikemukakan oleh Stephen R. Coney :
  1. Belajar seumur hidup tidak hanya melalui pendidikan formal tetapi juga non formal
  2. Berorientasi pada pelayanan
  3. Membawa energi positif 
TEORI - TEORI KEPEMIMPINAN 

  1. Teori X dan Y 
Teori ini dikemukakan oleh Douglas McGregor di Sloan School of Management MIT pada tahun 1960 ,  ia menyatakan bahwa strategi kepemimpinan efektif dengan menggunakan konsep manajemen partisipasi , yaitu konsep dengan menggunakan asumsi - asumsi sifat dasar manusia . Teori X berdasarkan pada asumsi - asumsi petunjuk dan kontrol ( Pemimpin yang menyukai gaya kepemimpinan otoriter sedangkan karyawan yang memiliki tipe teori ini cenderung tidak akan bekerja tanpa perintah ) dan Teori Y berdasarkan asumsi - asumsi integrasi dan dukungan ( Pemimpin yang memiliki tipe teori Y menyukai gaya kepemimpinan demokratik , sedangkan karyawan yang memiliki tipe teori ini cenderung bekerja dengan sendirinya tanpa perintah atau pengawasan dari atasannya ) Tipe Y ini adalah tipe yang sudah menyadari tugas dan tanggung jawab pekerjaannya .  


    2 . Teori Sistem 4
Teori Ini dikemukakan oleh Rensis Likert , menurut Likert pemimpin dapat berhasil jika bergaya partisipative management. Gaya ini menetapkan bahwa keberhasilan pemimpin adalah jika berorientasi pada bawahan, dan mendasarkan pada komunikasi. 
Likert merancang 4 sistem kepemimpinan dalam manajemen:

1. )     Sistem 1 (Exploitative Authoritative)
Manajer sangat otokratis, mempunyai sedikit kepercayaan kepada bawahannya, suka mengeksploitasi bawahan, dan bersikap paternalistic. Pemimpin dalam system ini hanya mau memperhatikan komunikasi yang turun ke bawah, dan hanya membatasi proses pengambilan keputusan di tingkat atas saja.
2. )      Sistem 2 (Otokratis yang baik hati/Benevolent autoritative)
Manajernya mempunyai kepercayaan yang terselubung, percaya pada bawahan, memotivasi, memperbolehkan adanya komunikasi ke atas. Bawahan merasa tidak bebas untuk membicarakan sesuatu yang bertalian dengan tugas pekerjaannya dengan atasannya.
3. )     Sistem 3. (manajer Konsultatif)
Manajer mempunyai sedikit kepercayaan pada bawahan biasanya kalau ia membutuhkan informasi, ide atau pendapat bawahan  Bawahan disini merasa sedikit bebas untuk membicarakan sesuatu yang bertalian dengan tugas pekerjaan bersama atasannya.
4. )      Sistem 4, (Pemimpin yang bergaya kelompok berpartisipatif/partisipative group)
Manajer mempunyai kepercayaan yang sempurna terhadap bawahannya. Dalam setiap persoalan selalu mengandalkan untukmendapatkan ide-ide dan pendapat dari bawahan dan mempunyai niatan untuk menggunakan pendapat bawahan secara konstruktif. Bawahan merasa secara mutlak mendapat kebebasan untuk membicarakan sesuatu yang bertalian dengan tugasnya bersama atasannya.

    3 . Gaya Kepemimpinan Kontinum " Theory of Leadership Pattern Choice " (Robert Tannenbaum dan Warren Schmidt) 

Kedua ahli menggambarkan gagasannya bahwa ada 2 bidang pengaruh yang ekstrim. Pada bidang pertama pemimpin menggunakan otoritas dalam gaya kepemimpinannya , sedangkan pada bidang kedua pemimpin menunjukkan gaya yang demokratis . Kedua bidang ini dipengaruhi dalam hubungannya kalau pemimpin melakukan aktivitas pembuatan keputusan . Ada 7 model gaya pembuatan keputusan yang dilakukan pemimpin , yaitu :
  • Pemimpin membuat keputusan kemudian mengumumkan kepada bawahannya .
  • Pemimpin menjual keputusan
  • Pemimpin memberikan pemikiran - pemikiran atau ide - ide dan mengundang pertanyaan - pertanyaan . Dalam hal ini otoritas pemimpin dibatasi sehingga memberikan bawahan untuk mengajukan pertanyaaan ataupun masukan .
  • Pemimpin memberikan keputusan yang bersifat sementara.
  • Pemimpin memberikan persoalan , meminta saran - saran , dan membuat keputusan .
  • Pemimpin merumuskan batas - batasannya dan meminta kelompok bawahan untuk membuat keputusan .
  • Pemimpin mengizinkan bawahan melakukan fungsi - fungsinya dalam batas - batas yang telah dirumuskan oleh pimpinan .  
MOTIVASI

Motivasi adalah 
 rangsangan , dorongan ataupun pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang atau sekelompok masyarakat yang mau berbuat dan bekerjasama secara optimal dalam melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan .

TEORI – TEORI MOTIVASI
1)    Teori Drive Reinforcement
Teori ini berdasarkan atas hubungan antara sebab dan akibat dari perilaku dengan kompensasi . Teori ini bisa didefinisikan sebagai teori – teori dorongan tentang  motivasi , perilaku dirorong ke arah tujuan oleh keadaan – keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang .Teori ini terbagi menjadi dua jenis , yaitu :
ü  Positive Reinforcement , yaitu bertambahnya frekuensi perilaku , terjadi jika pengukuh positif diterapkan secara bersyarat .
ü  Negative Reinforcement , yaitu bertambahnya frekuensi perilaku , terjadi jika pengukuhan negatif dihilangkan secara bersyarat .
Terdapat empat konsep dasar yang perlu dipahami dengan jelas , yaitu :
Ø  Perangsang ( drive )
Ø  Stimulus
Ø  Tanggapan
Ø  Penguat

2)      Teori Harapan
Teori ini dikemukakan oleh Victor H. Vroom yang menyatakan bahwa kekuatan yang memotivasi seseorang untuk bekerja giat dalam mengerjakan pekerjaannya tergantung dari adanya hubungan timbal balik antara apa yang diinginkan dan dibutuhkan dari hasil pekerjaan itu. Teori harapan , berdasar pada :
ü  Harapan ( Expectancy ) 
ü  Nilai ( Valance )
ü  Pertautan ( Instrumentality ) 
3)      Teori Tujuan
Tokoh yang menyatakan teori ini adalah Locke ( model kognitif ) . Teori ini menyebut bahwa mencapai tujuan adalah sebuah motivator .  Jika tujuan individu jelas , maka sering terjadi peningkatan kinerja , disebabkan oleh :
·         Ia akan berorientasi pada hal- hal yang diperlukan
·         Ia akan berusaha keras mencapai tujuan tersebut
·         Tugas – tugas sebisa mungkin akan diselesaikan
·         Semua jalan untuk mencapai tujuan pasti ditempuh
Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan bergerak jika ia memiliki tujuan yang jelas dan pasti . 
4)      Teori Hierarki Kebutuhan
Teori ini dikembangkan oleh Abraham Maslow , Maslow menyatakan bahwa ada lima tingkat atau hierarki kebutuhan manusia , yaitu :
a.                  Kebutuhan Fisiologis ( Physiological needs ) 
b.                  Kebutuhan rasa aman ( safety needs )
c.                   Kebutuhan akan kasih sayang ( love needs )
d.                  Kebutuhan akan harga diri ( esteem needs )
e.                   Aktualisasi diri ( self actualization ) 


MENGENDALIKAN FUNGSI MANAJEMEN
A. Definisi Mengendalikan / Controlling
       Definisi controlling ( pengawasan/pengendalian) adalah proses untuk mengamati secara kontinyu pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan koreksi jika terjadi. 
 Fungsi-fungsi manajemen kegiatan dalam fungsi pengendalian/pengawasan (controlling) :
1. Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
2. Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan.
3. Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target.
      
B. Langkah-langkah dalam kontrol

        Mockler (1984) mengemukakan 4 langkah dalam kontrol / pengendalian :
1) Menetapkan standar  dan metode mengukur prestasi
2) Melakukan pengukuran prestasi kerja
3) Menetapkan apakah prestasi kerja sesuai dengan standar
4) Mengambil tindakan korektif
                    
Langkah-Langkah Penting Pada Proses Pengendalian Dapat Digolongkan 8 Elemen, yaitu :
1. Mengidentifikasikan tujuan dan strategi
2. Penyusunan program
3. Penyusunan anggaran
4. Kegiatan dan pengumpulan realisasi prestasi
5. Pengukuran prestasi
6. Analisis dan pelaporan
7. Tindakan koreksi
8. Tindakan lanjutan
C. Tipe-tipe kontrol dalam manajemen
Ø Preliminary (Feedforward), hal ini harus dipenuhi sebelum suatu pekerjaan dimulai. Kendali ini meyakinkan bahwa arah yang tepat telah disusun dengan sumber-sumber yang tepat tersedia memenuhinya.
Ø Concurrent (Steering), berfokus pada apa yang sedang terjadi selama proses. Kendali ini memantau operasi dan aktivitas yang sedang berjalan untuk menjamin sesuatunya telah sedang dikerjakan dengan tepat.
Ø Post-action (Feedback), kendali ini mengambil tempat setelah suatu tindakan dilengkapi. Kendali akhir berfokus pada hasil akhir, kebalikan dari input dan aktivitas.
D. Kontrol proses manajemen
                        Kontrol proses manajemen terdapat dua jenis, yaitu: formal dan informal. Kontrol proses manajemen formal atau pengendalian manajemen formal merupakn tahap-tahap yang saling berkaitan satu sama lain, terdiri dari proses :
1.         Pemrograman (Programming)
2.        Penganggaran (Budgeting)
3.        Operasi dan Akuntansi (Operation and Accounting)
4.       Laporan dan Analisis (Reporting and Analysis)



Sumber : 

Sabtu, 16 November 2013

Mengendalikan Fungsi Manajemen


MENGENDALIKAN FUNGSI MANAJEMEN
A. Definisi Mengendalikan / Controlling
       Definisi controlling ( pengawasan/pengendalian) adalah proses untuk mengamati secara kontinyu pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan koreksi jika terjadi. Sedangkan, menurut definisi lainnya mengendalikan adalah perolehan dan penggunaan informasi untuk membantu mengkoordinasikan proses pembuatan perencanaan dan pembuatan keputusan melalui organisasi dan untuk memandu perilaku manajemen . Fungsi-fungsi manajemen kegiatan dalam fungsi pengendalian/pengawasan (controlling) :
1. Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
2. Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan.
3. Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target.
       Di sisi lain, Robert J. Mocker (dalam Handoko, 1995) menyatakan pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dnegan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.
                       Jadi kesimpulannya, pengawasan / controlling merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan dimana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya.
B. Langkah-langkah dalam kontrol

        Mockler (1984) mengemukakan 4 langkah dalam kontrol / pengendalian :
1) Menetapkan standar  dan metode mengukur prestasi kerja
            Standar yang dimaksudkan disini adalah kriteria yang sederhana untuk prestasi kerja, yaitu point-point yang terpilih didalam seluruh program perencanaan untuk mengukur prestasi kerja tersebut.
2) Melakukan pengukuran prestasi kerja
                 Pengukuran prestasi kerja idealnya dilaksanakan atas dasar pandangan kedepan, sehingga penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi dari standar dapat diketahui lebih dahulu.
3) Menetapkan apakah prestasi kerja sesuai dengan standar
                       Hal ini dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran dengan target atau standar yang telah ditetapkan. Bila prestasi sesuai dengan standar manajer akan menilai bahwa segala sesuatunya berada dalam kendali.
4) Mengambil tindakan korektif
                 Ketika ditemukan penyimpangan-penyimpangan maka tindakan korektif harus dikenakan.
Langkah-Langkah Penting Pada Proses Pengendalian Dapat Digolongkan 8 Elemen, yaitu :
1. Mengidentifikasikan tujuan dan strategi
2. Penyusunan program
3. Penyusunan anggaran
4. Kegiatan dan pengumpulan realisasi prestasi
5. Pengukuran prestasi
6. Analisis dan pelaporan
7. Tindakan koreksi
8. Tindakan lanjutan
C. Tipe-tipe kontrol dalam manajemen
Ø Preliminary (Feedforward), hal ini harus dipenuhi sebelum suatu pekerjaan dimulai. Kendali ini meyakinkan bahwa arah yang tepat telah disusun dengan sumber-sumber yang tepat tersedia memenuhinya.
Ø Concurrent (Steering), berfokus pada apa yang sedang terjadi selama proses. Kendali ini memantau operasi dan aktivitas yang sedang berjalan untuk menjamin sesuatunya telah sedang dikerjakan dengan tepat.
Ø Post-action (Feedback), kendali ini mengambil tempat setelah suatu tindakan dilengkapi. Kendali akhir berfokus pada hasil akhir, kebalikan dari input dan aktivitas.
D. Kontrol proses manajemen
                        Kontrol proses manajemen terdapat dua jenis, yaitu: formal dan informal. Kontrol proses manajemen formal atau pengendalian manajemen formal merupakn tahap-tahap yang saling berkaitan satu sama lain, terdiri dari proses :
1.         Pemrograman (Programming), dalam tahap ini perusahaan menentukan program-program yang dilaksanan dan memperkirakan sumber daya yang akan dialokasikan untuk setiap program yang telah ditentukan.
2.        Penganggaran (Budgeting), pada tahap ini program yang telah direncanakan secara terperinci dinyatakan dalam satuan moneter untuk suatu periode tertentu. Anggaran ini berdasarkan pada kumpulan anggaran-anggaran dari pusat pertanggungjawaban.
3.        Operasi dan Akuntansi (Operation and Accounting), pada tahapini dilaksanakan pencatatan mengenai berbagai sumber data yang digunakan dan penerimaan-penerimaan yang dihasilkan.
4.       Laporan dan Analisis (Reporting and Analysis), merupakan tahap yang paling penting karena menutup suatu siklus dari proses pengendalian manajemen agar data untuk proses pertanggungjawaban akuntansi dapat dikumpulkan.


SUMBER TERKAIT :
diakses: 16 November 2013












Sabtu, 26 Oktober 2013

MOTIVASI



Pengertian Motivasi
Berikut ini adalah pengertian motivasi menurut 3 tokoh , yaitu :
·         Mc. Donald , menyebutkan bahwa motivasi sebagai perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap tujuan . Dari pengertian Mc. Donald ini mengandung tiga elemen penting yaitu : (1) Motivasi mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia ( walaupun motivasi itu muncul dari dalam diri manusia ) (2) Penampakannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia , dan ditandai dengan munculnya rasa “ feeling “ yang relevan dengan persoalan – persoalan kejiwaan , afeks dan emosi serta dapat menentukan tingkah laku manusia (3) Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan dan tujuan ini menyangkut soal kebutuhan .
·         Sardiman , menyebutkan bahwa motif dapat diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu . Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas – aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan , Bahkan motif dapat dikatakan sebagai suatu kondisi intern ( kesiapsiagaan ) . Berawal dari kata motif itu , maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif . Motif menjadi aktif pada saat – saat tertentu  , terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau mendesak .
·         Azwar menyatakan bahwa motivasi adalah rangsangan , dorongan ataupun pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang atau sekelompok masyarakat yang mau berbuat dan bekerjasama secara optimal dalam melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan .
TEORI – TEORI MOTIVASI
1)    Teori Drive Reinforcement
Teori ini berdasarkan atas hubungan antara sebab dan akibat dari perilaku dengan kompensasi . Teori ini bisa didefinisikan sebagai teori – teori dorongan tentang  motivasi , perilaku dirorong ke arah tujuan oleh keadaan – keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang . Pada dasarnya teori drive mengatakan hal – hal sebagai berikut : Ketika suatu keadaan dorongan internal muncul , individu didorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan mengarah ke tujuan yang mengurangi intensitas keadaan yang mendorong . Teori ini terbagi menjadi dua jenis , yaitu :
ü  Positive Reinforcement , yaitu bertambahnya frekuensi perilaku , terjadi jika pengukuh positif diterapkan secara bersyarat .
ü  Negative Reinforcement , yaitu bertambahnya frekuensi perilaku , terjadi jika pengukuhan negatif dihilangkan secara bersyarat .
Terdapat empat konsep dasar yang perlu dipahami dengan jelas , yaitu :
Ø  Perangsang ( drive )
Ø  Stimulus
Ø  Tanggapan
Ø  Penguat
Contoh Kasus Teori Drive Reinforcement  :
Semua marketing di sebuah PT penjualan mesin produksi makanan , berusaha mendapatkan omzet yang banyak tiap bulan , karena setiap akhir bulan marketing yang mampu mendapatkan omzet penjualan mesin yang banyak akan mendapatkan bonus yang banyak juga , yaitu 1% dari harga mesin .
2)      Teori Harapan
Teori ini dikemukakan oleh Victor H. Vroom yang menyatakan bahwa kekuatan yang memotivasi seseorang untuk bekerja giat dalam mengerjakan pekerjaannya tergantung dari adanya hubungan timbal balik antara apa yang diinginkan dan dibutuhkan dari hasil pekerjaan itu. Teori harapan , berdasar pada :
ü  Harapan ( Expectancy ) , merupakan sebuah kesempatan yang diberikan akan terjadi karena perilaku .
ü  Nilai ( Valance ) , adalah akibat dari perilaku tertentu mempunyai nilai / martabat tertentu ( daya atau nilai motivasi ) bagi setiap individu yang bersangkutan .
ü  Pertautan ( Instrumentality ) merupakan persepsi dari individu bahwa hasil tingkat pertama akan dihubungkan dengan hasil tingkat kedua .
Contoh Kasus Teori Harapan :
Seorang karyawan swasta yang menjabat sebagai koordinator gudang bekerja dengan rajin dan tekun dengan harapan mendapat penghargaan atau pujian dari atasannya , yang kemudian mendapat promosi naik jabatan di perusahaan tempat ia bekerja . Dengan harapan seperti itu karyawan tersebut , berusaha mengatur waktunya dengan seefektif mungkin .
3)      Teori Tujuan
Tokoh yang menyatakan teori ini adalah Locke ( model kognitif ) . Teori ini menyebut bahwa mencapai tujuan adalah suah motivator . Sebagian besar orang menyukai kepuasan kerja karena mencapai sebuah tujuan spesifik . Jika tujuan individu jelas , maka sering terjadi peningkatan kinerja , disebabkan oleh :
·         Ia akan berorientasi pada hal- hal yang diperlukan
·         Ia akan berusaha keras mencapai tujuan tersebut
·         Tugas – tugas sebisa mungkin akan diselesaikan
·         Semua jalan untuk mencapai tujuan pasti ditempuh
Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan bergerak jika ia memiliki tujuan yang jelas dan pasti . Dari teori ini muncul bahwa seorang individu akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas . Sehingga muncullah yang disebut Goal Setting atau penetapan tujuan .
Contoh Kasus Teori Tujuan :
Sebuah PT demi untuk mendapatkan ISO maka harus meningkatkan kualitas kerja ataupun kualitas calon pekerja , yang dulunya pendidikan minimal masuk PT tersebut adalah SMP , maka sekarang pendidikan minimal harus SMA .
4)      Teori Hierarki Kebutuhan
Teori ini dikembangkan oleh Abraham Maslow , Maslow menyatakan bahwa ada lima tingkat atau hierarki kebutuhan manusia , yaitu :
a.                  Kebutuhan Fisiologis ( Physiological needs ) , seperti rasa lapar , haus , istirahat , dan seks.
b.                  Kebutuhan rasa aman ( safety needs ) , kebutuhan rasa aman secara fisik , mental , psikologikal , dan intelektual .
c.                   Kebutuhan akan kasih sayang ( love needs )
d.                  Kebutuhan akan harga diri ( esteem needs ) , tercermin dalam berbagai simbol – simbol status.
e.                   Aktualisasi diri ( self actualization ) , adanya kesempatan bagi individu untuk mengembangkan potensi yang terdapat dam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata .
Contoh Kasus Teori Hierarki Kebutuhan :
Pada beberapa perusahaan ada pemberian bonus rumah , kendaraan , atau uang pada karyawan yang berprestasi . Beberapa anggota DPR diberi mobil mewah untuk menunjang penampilan dan kedudukannya .

ARTIKEL TENTANG MOTIVASI
Kasus I
Di kota Semaranag , beberapa kali para guru tidak tetap ataupun guru honorer memperjuangkan nasibnya . Hal tersebut menindaklanjuti PP Nomor 43 tahun 2007 pasal 6 yang menyebutkan Guru Honorer tidak tetap yang dibiayai APBD akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil . Menurut Drs. Akhmad Zaenuri , MM. Dalam keterangan resminya di website Dina Pendidikan Kota Semarang ( 19 Februari 2009 ) dalam menanggapi tuntutan GTT , dinas pendidikan akan mempelajari regulasinya untuk dapat memperjuangkan nasib guru honorer dan guru tidak tetap , karena itu diminta guru honorer untuk tidak mengurangi motivasinya dalam mengajar dan mari berpikir positif untu kebaikan bersama . Pemerintah kota Semarang sendiri dalam APBD 2009 telah menganggarkan tunjangan guru honorer atau tidak tetap sebesar Rp. 1.200.000 selama satu tahun sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan guru honorer atau tidak tetap sehingga dapat meningkatkan motivasi dan kinerja mengajarnya di sekolah
Analisis Kasus : Dari kasus diatas , cara memotivasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang memakai teknik pemenuhan kebutuhan seperti teori Abraham Maslow  , yaitu dengan cara menaikkan gaji para guru honorer sehingga akan meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan motivasi mengajarnya di sekolah .

Sumber Terkait :

http://wartawarga.gundarma.ac.id/2009/11/teori-motivasi-teori-drive-reinforcement-teori-harapan/ . Diakses Sabtu , 26 Oktober 2013
http://arum05.wordpress.com/2009/11/18/teori-motivasi/ . Diakses Sabtu , 26 Oktober 2013