Jumat, 28 Juni 2013

Keterkaitan Antara Abnormalitas Dengan Konsep Motivasi , Stres , Dan Gender

Abnormalitas didefinisikan sebagai hal yang jarang terjadi atau penyimpangan dari kondisi rata - rata . Ada beberapa cara dalam mendefinisikan abnormalitas , yaitu :

  • Penyimpangan dari norma statistik , didasarkan pada penyimpangan kurve normal dalam statistik.
  • Penyimpangan dari norma sosial , perilaku yang dianggap normal oleh suatu masyarakat bisa dianggap  abnormal oleh masyarakat lain.
  • Perilaku Maladaptif , yaitu tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang memiliki dampak merugikan dan membahayakan orang lain atau masyarakat .
  • Kesusahan pribadi , merupakan pandangan subjektif seseorang dan bukan perilaku orang tersebut . 


ABNORMALITAS DENGAN KONSEP MOTIVASI 
    Setiap individu pada dasarnya memiliki konsep motivasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya . Konsep motivasi sendiri ialah dorongan di dalam diri seseorang dalam menentukan atau melakukan tindakan . Jika , seorang inidividu memiliki perilaku abnormal tentu hal tersebut berpengaruh pada konsep motivasi individu tersebut . Individu yang memiliki perilaku abnormalitas tidak dapat memenuhi tuntutan sosial yang ada di masyarakat dengan kata lain individu tersebut tidak dapat menyesuaikan dirinya . Dalam Hierarki Kebutuhan yang dikemukakan Abraham Maslow , idealnya manusia "sehat"  memiliki kebutuhan fisiologis , rasa aman , kasih sayang , penghargaan , dan aktualisasi diri  yang harus dipenuhi . Bagi orang yang "tidak sehat " bisa saja konsep motivasinya jauh seperti yang diharapkan atau tidak seperti masyarakat pada umumnya . 

ABNORMALITAS DENGAN STRES
    Stres adalah tekanan internal maupun eksternal serta kondisi bermasalah lainnya dalam kehidupan . Dalam kamus psikologi ( Chaplin , 2002 ) stres merupakan suatu keadaan tertekan baik itu secara fisik maupun psikologis . Stres dapat menjadi salah satu penyebab seseorang memiliki perilaku abnormal . Misalnya , seorang anak yang didiskriminasi oleh teman - temannya di sekolah , kemudia ia frustasi dan depresi . Untuk meluapkan kemarahannya kemudian ia melakukan tindakan abnormal di sekolahnya dengan menembakkan pistol di sekolah kepada teman - temannya dan warga sekolah lainnya . Jadi pada dasanya , terdapat hubungan yang kuat antara stres dengan abnormalitas . Selain itu stress yang dapat menimbulkan perilaku abnormal , misalnya : agresi , regresi , fixatie , pendesakan , rasionalisme , proyeksi , identifikasi , narsisme , autisme , dan lain lain .Tetapi tidak semua stres menyebabkan abnormalitas , ada juga stres yang bersifat positif , tergantung individu menyikapinya . 

  
ABNORMALITAS DENGAN GENDER

 Gangguan identitas gender adalah bagaimana seseorang merasa bahwa ia adalah seorang pria atau wanita, dimana terjadi konflik antara anatomi gender seseorang dengan identitas gendernya (Nevid, 2002). Identitas jenis kelamin adalah keadaan psikologis yang mencerminkan perasaan dalam diri seseorang sebagai laki-laki atau wanita (Kaplan, 2002). Fausiah (2003) berkata, identitas gender adalah keadaan psikologis yang merefleksikan perasaan daam diri seseorang yang berkaitan dengan keberadaan diri sebagai laki-laki dan perempuan.
Identitas jenis kelamin (gender identity): keadaan psikologis yang mencerminkan perasaan dalam (inner sense). Didasarkan pada sikap, perilaku, atribut lainnya yang ditentukan secara kultural dan berhubungan dengan maskulinitas atau femininitas. Peran jenis kelamin (gender role): pola perilaku eksternal yang mencerminkan perasaan dalam (inner sense) dari identitas kelamin. Peran gender berkaitan dengan pernyataan masyarakat tentang citra maskulin atau feminim.
Konsep tentang normal dan abnormal dipengaruhi oleh factor social budaya, Perilaku seksual dianggap normal apabila sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat dan dianggap abnormal apabila menyimpang dari kebiasaan yang ada di masyarakat.
Gangguan Identitas Gender
Kriteria diagnostik gangguan identitas gender: Identifikasi yang kuat dan menetap terhadap gender lain:
1. Berkeinginan kuat menjadi anggota gender lawan jenisnya (berkeyakinan bahwa ia memiliki identitas gender lawan jenisnnya)
2. Memilih memakai baju sesuai dengan stereotip gender lawan jenisnya
3. Berfantasi menjadi gender lawan jenisnya atau melakukan permainan yang dianggap sebagai permainan gender lawan jenisnya.
4. Mempunyai keinginan berpartisipasi dalam aktivitas permainan yang sesuai dengan stereotip lawan jenisnya
5. Keinginan kuat mempunyai teman bermain dari gender lawan jenis (dimana biasanya pada usia anak – anak lebih tertarik untuk mempunyai teman bermain dari gender yang sama)
Pada remaja dan orang dewasa dapat diidentifikasikan bahwa mereka berharap menjadi sosok lawan jenisnya, berharap untuk bisa hidup sebagai anggota dari gender lawan jenisnya.
6. Perasaan yang kuat dan menetap ketidaknyamanan pada gender anatominya sendiri atau tingkah lakunya yang sesuai stereotip gendernya.
7. Tidak terdapat kondisi interseks.
8. Menyebabkan kecemasan yang serius atau mempengaruhi pekerjaan atau sosialisasi atau yang lainnya.
9. Gangguan identitas gender dapat berakhir pada remaja ketika anak – anak mulai dapat menerima identitas gender. Tetapi juga dapat terus berlangsung sampai remaja bahkan hingga dewasa sehingga mungkin menjadi gay atau lesbian.
Awal mula Gangguan Identitas Gender
Gangguan identitas gender bermula dari trauma dari orang tua yang berlawan jenis, pergaulan individu, pengaruh media massa. Kaplan (2002), gangguan identitas gender ditandai oleh perasaan kegelisahan yang dimiliki seseorang terhadap jenis kelamin dan peran jenisnya. Gangguan ini biasanya muncul sejak masa kanak-kanak saat usia dua hingga empat tahun (Green dan Blanchard dalam Fausiah, 2003)G

Sumber :

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/psikologi_umum2/bab8_abnormalitas.pdf
http://isahluphpsychologi.blogspot.com/2013/04/psikologi-abnormal-dan-patologi.html
http://psychologymania.wordpress.com/2011/07/11/gangguan-identitas-gender-gender-identity-disorder/

Jumat, 10 Mei 2013

Kepribadian Sehat Menurut Rogers

Sekilas Tentang Rogers
                  Di Peking , China sekitar tahun 1920an , Carl Rogers yang berusia 20 tahun mengalami suatu pengalaman yang akan menentukan bentuk dan hakikat dari pendekatannya terhadap kepribadian . Ia menjadi seorang delegasi untuk konferensi mahasiswa Kristen Internasional selama 6 bulan , yang kemudian terjadi perubahan - perubahan penting dalam dirinya . Ia kembali dari China untuk menjadi mahasiswa baru di Universitas Wisconsin , pendidikan Rogers bercirikan agama Kristen fundamentalis yang ketat dan tak suka berkompromi , dengan suatu tekanan pada tingkah laku moral yang tepat dan kebajikan kerja keras . Hal ini akhirnya membuat Rogers mengabdikan kehidupannya bagi "karya Kristen" dengan menjadi seorang pendeta .
                  Tahun berikutnya Rogers , dipilih untuk menghadiri Konferensi Federasi Mahasiswa Kristen di China , hal ini mulai membuka dunianya yang untuk pertama kalinya , ia terbuka kepada orang - orang dari berbagai macam latar belakang . Berbagai pengalaman - pengalaman Rogers di China , membuat ia tersadar bahwa akhirnya seseorang harus bersandar hanya pada pengalamannya sendiri . Kepercayaan dan keyakinan akan pengalaman orang sendiri menjadi sendi pendekatan Rogers terhadap kepribadian .
                Rogers mendapat gelar Ph.D. dari Columbia University Teachers College pada tahun 1931 dan kariernya terus melejit dalam mengembangkan non directive atau client-centered theraphy . Bentuk terapi ini sangan populer di AS dan digunakan dalam usaha memperbaiki kepribadian manusia dalam berbagai situasi . Tema pokok model Rogers adalah suatu refleksi tentang apa yang dipelajarinya tentang dirinya pada usia 20 tahun , bahwa seseorang harud bersandar pada pengalamannya sendiri tentang dunia karena hanya itulah kenyataan yang dapat diketahui oleh seorang individu .



PENDEKATAN ROGERS TERHADAP KEPRIBADIAN 
     Rogers bekerja dengan individu - individu yang terganggu mencari bantuan untuk mengubah kepribadian mereka . Rogers mengembangkan suatu metode terapi yang menempatkan tanggung jawab utama terhadap perubahan kepribadian pada klien , bukan pada ahli terapi ( seperti dalam pendekatan Freud ) . Karena itu disebut "Terapi berpusat pada klien " ( Client - centered therapy ) . Metode ini jelas menganggap bahwa individu yang terganggu memiliki suatu tingkat dan kesadaran tertentu dan mengatakan kepada kita banyak tentang pandangan Rogers mengenai kodrat manusia . 
     Rogers percaya bahwa orang -orang dibimbing oleh persepsi sadar mereka sendiri tentang diri mereka dan dunia sekitar mereka bukan oleh kekuatan - kekuatan tak sadar yang tidak dapat mereka kontrol . Kriterium terakhir seseorang adalah pada pengalaman sadarnya sendiri dan pengalaman itu memberikan kerangka intelektual dan emosional dimana kepribadian terus - menerus bertumbuh .
     Menurut Rogers , manusia yang sadar dan rasional , tidak dikontrol oleh peristiwa - peristiwa masa kanak - kanak , seperti pembiasaan akan keberhasilan toilet training , penyapihan yang lebih cepat , atau pengalaman - pengalaman seks sebelum waktunya , Hal - hal ini tidak menghukum untuk hidup dalam konflik dan kecemasan yang tidak dapat kita kontrol . Masa sekarang dan bagaimana kita memandangnya bagi kepribadian yang sehat adalah jauh lebih penting daripada masa lampau . Akan tetapi Rogers menyatakan bahwa pengalaman - pengalaman masa lampau dapat mempengaruhi cara bagaimana kita memandang masa sekarang yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat kesehatan psikologis kita. Jadi , pengalaman masa kanak - kanak penting , tetapi fokus Rogers tetap pada apa yang terjadi dengan kita sekarang  , bukan pada apa yang terjadi pada waktu itu . 
     Dalam karyanya dengan klien -klien  Rogers mempertahankan bahwa kepribadian harus diperiksa dan dipahami melalui segi pandangan pribadi klien , pengalaman - pengalaman subjektifnya sendiri . Apa yang nyata bagi setiap klien adalah persepsiya yang unik tentang realitas . Rogers percaya bahwa karena realitas ini tergantung pada pengalaman - pengalaman perseptual setiap orang , maka realitas itu akan berbeda untuk setiap orang . 

Motivasi Orang Yang Sehat : AKTUALISASI 

    Rogers menempatkan suatu dorongan dalam sistemnya tentang kepribadian - " satu kebutuhan fundamental"- , yaitu : memeliharakan , mengaktualisasikan , dan meningkatkan semua segi individu . Kecenderungan ini dibawa sejak lahir dan meliputi komponen - komponen pertumbuan fisiologis dan psikologis , meskipun selama tahun - tahun awal kehidupan, kecederungan tersebut lebih terarah kepada segi - segi fisiologis . Tidak ada segi pertumbuhan dan perkembangan manusia beroperasi secara terlepas dari kecenderungan aktualisasi ini . Aktualisasi juga memudahkan dan menngkatkan pematangan dan pertumbuhan . Rogers berpendapat bahwa kecenderungan untuk aktualisasi sebagai suatu tenaga pendorong adalah jauh lebih kuat daripada rasa sakit dan perjuangan serta setiap dorongan yang ikut menghentikan usaha untukberkembang .
    Kecenderungan aktualisasi pada tingkat fisiologis benar - benar tidak dapat dikekang , kecenderungan it mendorong individu ke depan dari salah satu tingkat pematangan ke tingkat pematangan berikutnya yang memaksanya untuk menyesuaikan diri dan tumbuh . Maka dapat disimpulkan bahwa tujuan hidup tidak hanya mempertahankan suatu keseimbangan homeostatis atau suatu tingkat ketentraman dan kesenangan yan tinggi , tetapi juga pertumbuhan dan peningkatan . Arah kita ialah ke depan , ke arah tujuan yang berfungsi semakin kompleks sehingga kita dapat menjadi semuanya menurut kemampuan kita untuk menjadi. Pada tingkat biologis ini , jelas tidak ada perbedaan antara manusia yang sehat dan tidak sehat dan orang yang sakit secara emosional , menurut jumlah atau perhitungan dari apa yang mungkin disebut aktualisasi biologis . Tetapi apabila kita memikirkan segi - segi psikologis dari aktualisasi tentu ada perbedaan . 
      Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat - sifat serta potensi - potensi psikologisnya yang unik . Rogers percaya bahwa manusia memiliki dorongan yang dibawa sejak lahir untuk menciptakan dan bahwa hasil ciptaan yang sangat penting adalah diri orang sendiri , suatu tujuan yang dicapai     jauh lebih sering oleh orang - orang yang sehat daripada oleh orang - orang yang sakit secara psikologis . Selain itu , aktualisasi diri ditentukan oleh kekuatan - kekuatan sosial dan bukan oleh kekuatan - kekuatan biologis . Jadi , aktualisasi diri akan dibantu atau dihalangi oleh pengalaman dan oleh belajar , khususnya dalam masa kanak - kanak. 

PERKEMBANGAN DIRI 
     
     Dalam masa kecil , anak mulai membedakan atau memisahkan salah satu segi pengalamannya dari semua yang lain - lainnya . Dengan kata lain , anak itu mengembangkan suatu "pengertian - diri " ( self concept ) . Sebagi bagian dari self concept , anak itu juga akan menggambarkan dia akan menjadi apa atau mungkin ingin menjadi siapa . Gambaran - gambaran itu dibentuk sebagai akibat dari bertambah kompleknya interaksi - interaksi dengan orang - orang lain . Cara - cara khusus bagaimana diri anak berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau tidak tergantung pada cinta yang diterima anak itu dalam masa kecil . Pada waktu itu mulai berkembang , anak itu juga belajar membutuhka cinta . Rogers menyebut kebutuhan ini " penghargaan positif " ( POSITIVE REGARDS ) .

      Positive Regards adalah suatu kebutuhan yang memaksa dan merembes , yang dimiliki semua manusia , dan setiap anak terdorong untuk mencari positive regards . Anak akan memiliki kepribadian yang sehat tergantung pada sejauh mana kebutuhan akan positive regards dipuaskan .
     Self concept yang berkembang dari anak itu sangat dipengaruhi oleh ibu . Tapi , bagaimana jika ibu mencela dan menolak tingkah laku anaknya ? Anak itu mengamati suatu celaan ( meskipun celaan tersebut berfokus pada satu tingkah laku ) sebagai suatu celaan yang luas dan tersebar dalam setiap segi dari adanya .  Anak itu menjadi peka terhadap setiap tanda penolakan dan segera mulai merencanakan tingkah lakunya menurut reaksi yang diharapkan akan diberikan . Dalam hal ini anak membutuhkan bimbingan tingkah lakunya dari orang - orang lain  bukan dari dirinya sendiri . Karena dia telah merasa kecewa , maka kebutuhan akan positive regards  yang sekarang akan bertambah kuat , makin lama akan mengerahan energi dan pikiran . Anak itu harus bekerja keras untuk positive regards dengan mengorbankan aktualisasi diri . 
    Anak dalam situasi ini mengembangkan apa yang disebut Rogers "Penghargaan positif bersyarat " ( Conditional Positive Regard ) . Kasih sayang dan cinta yang diterima anak adalah syarat terhadap tingkah lakunya yang baik . Karena anak mengembangkan conditional positive regard  maka dia akan menginternalisasikan sikap - sikap ibu . Jika itu terjadi , maka sikap ibu diambil alih oleh anak itu dan diterapkannya pada dirinya . Keadaan yang menyedihkan dimana anak mendapat conditional positive regard  kemudian syarat - syarat penghargaan berkembang , ini berarti bahwa anak tersebut merasa suatu perasaan harga diri hanya dalam syarat - syarat tertentu . Karena  individu - individu ini tidak dapat berinteraksi sepenuhnya dan terbuka dengan lingkungan mereka , maka mereka mengembangkan apa yang disebut Rogers , "ketidakharmonisan" ( incongruence ) antara konsep diri dan kenyataan yang mengitari mereka . Mereka tidak dapat mengaktualisasikan semua segi dari diri . Dengan kata lain mereka tidak dapat mengembangkan kepribadian kepribadian yang sehat . 
     Syarat utama bag timbulnya kepribadian sehat adalah penerimaan "penghargaan positif tanpa syarat" ( Unconditional Positive Regard ) pada masa kecil yang berkembang apabila ibu memberikan cinta dan kasih sayang tanpa memperhatikan bagaimana anak bertingkah laku ( bebas ) dan sikap yang ditampilkannya    bagi anak itu menjadi sekumpulan norma dan standar yang diinternalisasikan , sama seperti sikap - sikap ibu yang memperlihatkan conditional positive regard. Dalam unconditional positive regard bukan berarti tidak ada pengekangan dalam tingkah laku anak , tidak berarti bahwa anak diperbolehkan melakukan apa saja yang diinginkannya tanpa adanya nasehat . 
    Anak yang tumbuh dengan perasaan unconditional positive regard tidak akan mengembangkan syarat - syarat penghargaan . Jika syarat - syarat penghargaan tidak ada maka tidak ada kebutuhan untuk bertingkah laku defensif . Tidak akan ada ketidakharmonisan antara diri dan persepsi terhadap kenyataan . Untuk orang seperti ini tidak ada pengalaman yang mengancam , bebas / sepenuhnya , diri adalah dalam dan luas ,fleksibel dan terbuka .
    Orang ini adalah bebas untuk menjadi orang yang mengaktualisasikan dirinya , untuk mengembangkan seluruh potensinya . Dan segera setelah proses aktualisasi mulai berlangsung  , orang itu dapat maju ke tujuan  terakhir , yakni menjadi orang yang berfungsi sepenuhnya .

ORANG YANG BERFUNGSI SEPENUHNYA 

    Kepribadian sehat menurut versi Rogers merupakan suatu proses , suatu arah bukan merupakan suatu tujuan . Aktualisasi diri berlangsung terus , tidak pernah merupakan suatu kondisi yang selesai atau statis . Tujuan ini , yakni orientasi ke masa depan yang nantinya akan mendiferensiasikan dan mengembangkan segala segi dari diri . Dalam rangkuman bukunya yang berjudul " On Becoming a Person " , Rogers menyatakan bahwa , aktualisasi diri merupakan proses yang sukar dan kadang - kadang menyakitkan . Aktualisasi diri merupakan suatu ujian , rentangan , dan pecutan terus - menerus terhadap semua kemampuan seseorang  
    Rogers juga melihat bahwa kebahagiaan sebagai hasil sampingan dari perjuangan aktualisasi diri , kebahagiaan bukan suatu tujuan dalam dirinya sendiri . Orang - orang yang mengaktualisasikan diri menjalani kehidupan yang kaya , menantang , dan berarti , tetap mereka tidak perlu tertawa terus menerus . Hal selanjutnya tentang aktualisasi diri adalah orang - orang yang mengaktualisasikan diri yakni mereka benar - benar adalah diri mereka sendiri . Mereka tidak bersembunyi di belakang topeng - topeng atau kedok - kedok , yang berpura - pura menjadi sesuatu yang bukan mereka atau menyembunyikan sebagian diri mereka . Tingkah laku yang ditunjuka semata - mata ditentukan oleh individu mereka sendiri . Diri adalah tuan dari kepribadian dan beroperasi terlepas dari norma - norma yang ditentukan orang lain . Tapi mereka mengetahui bahwa mereka dapat berfungsi sebagai individu - individu dalam sanksi - sanksi dan garis - garis pedoman yang jelas dar masyarakat .
    Rogers memaparkan 5 sifat orang yang berfungsi sepenuhnya , yaitu :

  • Keterbukaan pada pengalaman : merupakan lawan dari sikap defensif , mereka mengetahui segala sesuatu tentang kodratnya , tidak ada segi kepribadian yang tertutup . Kepribadiannya fleksibel , tidak hanya menerima pengalaman - pengalaman tetapi juga menggunakannya untuk membuka kesempatan - kesempatan baru . 
  • Kehidupan Eksistensial : Setiap pengalaman dirasa segar dan baru . Mereka dapat menyesuaikan diri karena struktur diri terus menerus terbuka pada pengalaman baru dan kepribadiannya tidak kaku . Rogers percaya bahwa kualtas dari kehidupan eksistensial ini merupakan segi yang sangat essensial dari kepribadian yang sehat . 
  • Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri : Bertingkah laku menurut apa yang dirasa benar merupakan suatu pedoman yang sangat diandalkan dalam memutuskan suatu tindakan . Terdaat banyak spontanitas dan kebebasan , tetapi tidak sama dengan bertindak terburu - buru atau tidak memperhatikan konsekuensi - konsekuensinya . 
  • Perasaan Bebas : Menurut Rogers, semakin orang sehat secara psikologis , semakin juga ia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak tanpa adanya paksaan atau rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan . Mereka merasa berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya , tidak diatur oleh tingkah laku , keadaan , atau peristiwa - peristiwa masa lampau .
  • Kreativitas : Orang yang  berfungsi sepenuhnya sangat kreatif . Rogers percaya bahwa orang yang berfungsi sepenuhnya mampu menyesuaikan diri dan bertahan terhadap perubahan - perubahan yang drastis dalam kondisi - kondisi lingkungan . Mereka memiliki kreativitas dan spontanitas untuk menanggulangi perubahan traumatis sekalipun . Orang - orang tersebut merupakan "barisan depan yang layak " dalam proses evolusi manusia .


SUMBER TERKAIT : 

Schultz,Duane.1991.Psikologi Pertumbuhan , Model - Model Kepribadian Sehat . Kanisius:Yogyakarta

Rabu, 10 April 2013

Kepribadian Sehat



      Teori Psikoanalisis Klasik Sigmun Freud

      Sigmun Freud lahir di Moravia , 6 Mei 1856 dan wafat di London , 23 September 1939.Dalam teori psikoanalisis , Freud merupakan tokoh yang memberikan banyak kontribusi dengan prestasi – prestasinya , seperti menyelidiki ketidaksadaran dengan metode asosiasi bebas . Freud menjadi salah satu tokoh yang paling kontroversial dan berpengaruh pada zaman modern.

Konsep Manusia Menurut Freud

      Dalam perkembangannya , pendapat dari Freud yang paling terkenal adalah bahwa konflik – konflik seksual adalah penyebab histeria ( Dalam penelitian penyembuhan pasien bersama Brever ) . Mengenai kepribadia Freud menyatakan bahwa kepribadian tersusun dari 3 sistem pokok yang saling berhubungan ( Struktur Kepribadian ) , Yaitu :
1.      Id
      Merupakan sistem kepribadian yang asli . Id merupakan rahim tempat ego dan superego berkembang . Id berisikan segala sesuatu yang secara  psikologis diwariskan dan telah ada sejak lahir ( termasuk insting – insting ). Id merupakan reservior energi psikis dan menyediakan seluruh daya untuk menjalankan kedua sistem yang lain.
2.      Ego
      Ego timbul karena kebutuhan – kebutuhan organisme memerlukan transaksi – transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan objektif . Contohnya : orang yang lapar harus mencari , menemukan , memakan makanan sampai tegangan karena rasa lapar dapat dihilangkan . Perbedaan antara id dan ego ialah bahwa id hanya mengenal kenyataan subjektif jiwa sedangkan ego membedakan antara hal – hal yang terdapat dalam batin dan hal – hal yang terdapat dalam dunia luar.
3.      Superego
      Sistem kepribadian ketiga dan yang terakhir adalah superego . Superego adalah perwujudan internal dari nilai – nilai dan cita – cita tradisional masyarakat sebagai diterangkan orang tua kepada anak dan dilaksanakan dengan memberi hadiah – hadiah ( rewards ) dan hukuman – hukuman ( punishment ) . Superego adalah wewenang moral dari kepribadian , ia mencerminkan yang ideal dan bukan yang real , memperjuangkan kesempurnaan bukan kenikmatan . Jadi fokus utamanya adalah apaka sesuatu itu benar atau salah dengan demikian ia dapat bertindak sesuai norma – norma moral yang diakui wakil – wakil masyarakat ( sebagai wasit tingkah laku ). Intinya kepribadian biasanya berfungsi sebagai suatu kesatuan dari 3 komponen struktur kepribadian tersebut dan bukan sebagai 3 bagian yang terpisah.
      DINAMIKA KEPRIBADIAN
1)      Insting
      Merupakan perwujudan psikologis dari suatu sumber rangsangan somatik yang dibawa sejak lahir . Perwujudan psikologisnya disebut “hasrat” dan rangsangan jasmaniah dimana hasrat itu muncul disebut kebutuhan.
      4 Ciri Khas Insting , yaitu :
a.      Sumber ( Kondisi jasmaniah / kebutuhan )
b.      Tujuan ( Menghilangkan perangsangan jasmaniah )
c.       Objek ( Segala kegiatan yang menjadi perantara antara suatu hasrat dan pemenuhanya )
d.      Impetus insting ( daya / kekuatan yang ditentukan oleh intensitas kebutuhan yang mendasarinya )
      2 Macam Insting , yaitu :
a)      Insting Hidup ( Eros ) : Menjamin tujuan mempertahankan hidup individu dan perkembagbiakan ras . Insting hidup yang paling ditekankan Freud adalah seks .
b)      Insting Mati ( Thanatos ) : Insting ini sering disebut insting merusak / destruktif . Insting ini melakukan tugasnya secara lebih sembunyi – sembunyi dibanding insting hidup.
Menurut Freud , semua motif manusia adalah kombinasi dari eros dan thanatos.

2)      Distribusi Dan Penggunaan Energi Psikis
      Dinamika kepribadian ditentukan oleh cara energi psikis didistribusikan (  id , ego , superego ) . Karena jumlah energ terbatas maka akan terjadi semacam persaingan diantara ketiganya.
3)      Kecemasan
      Freud membedakan 3 jenis kecemasan yaitu : kecemasan realitas , kecemasan neurotik , dan kecemasan moral .
      PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
      Menurut Freud , kepribadian berkembang sebagai respon terhadap 4 sumber tegangan pokok , yaitu :
1)      Proses pertumbuhan fisiologis
2)      Frustasi – frustasi
3)      Konflik – konflik
4)      Ancaman – ancaman
      Untuk mengatasi frustasi , konflik dan kecemasan dapat menggunakan identifikasi dan pemindahan ( displacement ).
      MEKANISME PERTAHANAN EGO
      Pertahanan – pertahanan yang pokok yaitu :
1.      Represi
2.      Proyeksi
3.      Pembentukan reaksi
4.      Fiksasi
5.      Regresi
Dua ciri umum mekanisme pertahanan adalah :
1)      Mereka menyangkal , memalsukan / mendistorsikan kenyataan.
2)      Mereka bekerja secara tidak sadar sehingga orangnya tidak tahu apa yang terjadi .
TAHAP PERKEMBANGAN
      Bagi Freud tahun – tahun pertama kehidupan yang hanya beberapa itu memiliki peranan yang menentukan bagi pembentukan kepribadian . Berikut tahap – tahap perkembangannya :
1)      Tahap Oral
      Pada tahap ini mulut merupakan daerah pokok kegiatan dinamik , umumnya berlangsung kurang lebih 1 tahun.
2)      Tahap Anal
      Tahap dimana berkembangnya kateksis dan antikateksis di sekitar fungsi eliminasi . Contoh : Toilet Training , tahap ini berakhir pada tahun kedua .
3)      Tahap Phalik
      Tahap dimana organ – organ seks merupakan zona – zona erogen terpenting . Tahap ini ( oral , anal , phalik ) merupakan tahap – tahap pragenital.
4)      Tahap Laten
      Merupakan tahun – tahun yang tenang dimana impuls – impuls cenderung berada dalam keadaan direpresikan
5)      Tahap Genital
Merupakan tahap terakhir , dimana pada masa adolesen yang dinamis mengaktifkan kembali impuls – impuls pragenital.

Sumber : Hall,Calvin S. , and Lindzey Gardner.Teori-Teori Psikodinamik (Klinis).Kanisius:Yogyakarta.1993



Teori Kepribadian Humanistik Abraham Maslow

Riwayat Hidup Singkat

Abraham Maslow lahir di Brooklyn , New York ( 1908 ) dan wafat pada tahun 1970 pada usia 62 tahun. Maslow mengambil bidang studi psikologi di University of Wisconsin dan memperoleh gelar bachelor pada 1930 , Master pada tahun 1931 , dan Ph.D padatahun 1934 .

Konsep Manusia Menurut Maslow
         Maslow meyakini bahwa untuk menyelidiki kesehatan psikologis satu - satunya tipe orang yang dipelajari ialah orang yang sehat . Dia mengamati , bahwa pada dasarnya manusia memiliki sifat - sifat tertentu yang jelas membedakan mereka dari orang lain . Maslow menyelidiki individu dengan menggunakan berbagai macam teknik , seperti interview , asosiasi bebas , dan teknik proyektif  dengan orang yang masih hidup , analisis bahan biografi dan otobiografi dengan orang - orang yang sudah mati .
        Ia menyimpulkan bahwa , semua manusia dilahirkan dengan kebutuhan - kebutuhan instinktif . Kebutuhan - kebutuhan universal ini mendorong manusia untuk tumbuh dan berkembang untuk mengaktualisasi diri , untuk menjadi semuanya sejauh kemampuan kita . Jadi , potensi untuk pertumbuhan dan kesehatan psikologis ada sejak lahir . 


Hierarki Kebutuhan Maslow
Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik .Aliran humanistik muncul sekitar tahun 1950-an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis . Dalam pandangan humanistik , manusia memiliki potensi lebih banyak daripada apa yang mereka capai . Maslow berpendapat bahwa , apabila manusia dapat melepaskan potensi itu , maka manusia akan dapat mencapai keadaan eksistensi yang ideal yang ditemukannya dalam orang - orangnya yang mengaktualisasikan diri . Perspektif humanistik menekankan perasaan seorang individu tentang “self” atau diri sendiri . Maslow berpendapat bahwa pada dasarnya manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin . Teori Maslow yang paling terkenal adalah “Hierarchy of Needs” atau hierarki kebutuhan . Menurutnya , manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mulai dari tingkat yang palng rendah ( dasar / fisiologis ) hingga yang paling tinggi .  Berikut adalah hierarki kebutuhan Maslow :


Keterangan :
·         Kebutuhan Fisiologis : merupakan kebutuhan paling dasar , misalnya : makan , minum , bernafas , dsb . Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka individu tidak bisa mencapai kebutuhan selanjutnya ( mencari kepuasan )
·         Rasa Aman : Manusia membutuhkan ketenangan dan jaminan rasa aman setelah terpenuhinya kebutuhan fisiologisnya .
·         Kebutuhan cinta , sayang , dan memiliki : Manusia membutuhkan kasing sayang antar sesama dan adanya rasa memiliki .
·         Penghargaan : Setiap individu membutuhkan penghargaan diri dari orang lain . Ketika kebutuhan ini terpenuhi maka munculah perasaan percaya diri dan berharga .
·         Aktualisasi diri : Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untuk dilakukan” . Biasanya , tidak banyak orang yang bisa sampai pada tahap ini .
      Sumber : www.e-jurnal.com
                    Schultz,Duane.Psikologi Pertumbuhan Model - Model Kepribadian  Sehat.Kanisius:Yogyakarta.1991



Teori Kepribadian Behavioristik ( J.B. Watson )
Riwayat Hidup
      John Broades Watson lahir di Greenville , tanggal 9 Januari 1878 dan wafat di New York pada tangal 25 September 1958 . Riwayat pendidikan dan karier Watson , adalah sebagai berikut :
·        Memperoleh gelar Ph.D Ilmu Filsafat di University of Chaniago (1903)
·         Menjadi Profesor dalam psikologi eksoerimental dan psikologi komparatif di John Hopkins University (1908)
·         Antara tahun 1920-1945 meninggalkan universitas dan bekerja di bidang psikologi konsumen
      Watson , dikenal sebagai pendiri aliran behaviorisme di Amerika Serikat . Karyanya yang paling terkenal adalah “Psychology as the Behaviourist view it” pada tahun 1913 . Watson juga memiliki kontribusi pada bidang pendidikan yaitu menekankan pentingnya pendidikan dalam perkembangan tingkah laku , Watson meyakini bahwa dengan memberikan kondisioning tertentu dalam proses pendidikan , maka akan dapat membuat seorang anak mempunyai sifat – sifat tertentu .
Dasar Konsep Utama Aliran Behaviorisme :
·        Psikologi adalah cabang eksperimental dari natural science :
                  Posisinya setara dengan ilmu kimia dan fisika.
·         Psikologi gagal dalam usahanya membuktikan jati diri sebagai natural science.
·         Obyek studi psikologi yang sebenarnya adalah perilaku nyata .

Konsep Manusia Menurut Behaviorisme

               Manusia menurut teori behaviorisme disebut Homo Mechanicus ( Manusia Mesin ). Mesin merupakan suatu benda yang bekerja tanpa ada motif dibelangnya . Mesin berjalan karena adanya dorongan alam bawah sadar tertentu. Cara kerja mesin dapat diukur , diramal dan dilukiskan . Menurut teori ini , manusia juga demikian selain insting , seluruh tingkah laku manusia berdasarkan proses belajar . Behaviorisme tidak memandang manusia secara fisik atau materi , tetapi memfokuskan bagaimana perilaku manusia dikendalikan oleh lingkungannya . Manusia dapat dibentuk dengan menciptakan lingkungan yang relevan . Selain itu manusia bersifat elastis , maksudnya manusia berperilaku dipengaruhi oleh pengalamannya .
Pandangan Utama Watson
1)      Psikologi mempelajari stimulus dan respons ( S-R Psychology ) , stimulus merupakan semua obyek lingkungan , dan respons merupakan apapun yang dilakukan sebagai jawaban terhadap stimulus.
2)      Tidak mempercayai unsur herediter ( keturunan ) sebagai penentu perilaku , perilaku manusia merupakan hasil belajar .
3)      Dalam rangka mind-body ,pandangan Watson sederhana
4)      Psikologi harus menggunakan metode empiris , maksudnya bahwa psikologi itu merupakan observation , conditioning , testing , dan verbal reports.
5)      Menolak konsep insting
6)      Konsep Learning adalah sesuatu yang vital
7)      Pandangannya tentang memory
8)      Proses thinking and speech terkait erat
9)      Perilaku dapat dikontrol dan ada hukum yang mengaturnya , jadi psikologi adalah ilmu yang bertujuan untuk meramalkan perilaku.
Sumber : Bell Gredler,E.Margaret.Belajar dan Membelajarkan.Jakarta :                                 CV.Rajawali.1991

Jumat, 29 Maret 2013

Mengapa "Psikologi" ?

Dalam beberapa kesempatan sering saya mendapatkan pertanyaan " Kenapa mengambil jurusan psikologi ? " "Bukannya ngeri ? nanti bisa gila ?" ( Hehe )  , seketika terbesit banyak jawaban yang ingin saya ungkapkan . Hal itu mungkin sama dengan apa yang dipikirkan oleh teman - teman saya . Beberapa yang mungkin menjadi alasan saya kenapa mengambil jurusan ini :

 Sumber : http://cahyabaroto.files.wordpress.com/2011/10/psikologi.jpg


1. MINAT

Apapun yang kita lakukan pastikan itu hal yang kita sukai  , karena berawal dari hal yang kita sukai seseorang cenderung memiliki energi positif untuk melakukan minatnya sehingga ia senang hati dan ikhlas melakukannya , secara tidak langsung pastinya itu akan berdampak positif pula pada hasilnya nanti ( Insyaallah )  . Dari awal , kira - kira SMP saya sudah mulai berminat mengambil fakultas ini walaupun saya sama sekali tidak tahu "apa itu psikologi ?" , tapi sedikit saya sering melihat para ahli psikolog yang sering tampil di media TV dan saya mengagumi , entah apa alasan sebenarnya tapi saya suka melihat dari cara berbicara , body language , dan penampilan para psikolog tersebut.

2. SERU

Menurut saya psikologi itu "seru" , karena ilmu ini berhubungan langsung dengan manusia , mempelajari tingkah laku , simtom - simtom pada manusia , dan gangguan - gangguan yang terjadi pada manusia . Kemudian kita juga mempelajari tentang bagaimana cara mencari solusi untuk permasalahan - permasalahan pada manusia.

3. BELAJAR PARENTING

Memang tidak menjamin bahwa orang yang mengambil jurusan ini nantinya akan menjadi orang tua yang baik bagi anak - anaknya , tetapi disini sedikit banyak akan dipelajari tentang menjadi orang tua yang ideal bagi anak . Sejauh mana peran seorang wanita bagi pasangannya , bagaimana peran pria bagi pasangannya . Bagaimana idealnya seorang wanita atau pria menjadi orang tua yang baik bagi anak - anaknya . Andaikata nanti saya tidak bekerja tetapi ilmu yang saya peroleh bisa saya terapkan di keluarga saya kelak.

4. LEBIH BISA MENDALAMI KARAKTER MANUSIA

Karena psikologi cenderung mengerucut mempelajari  manusia , tentunya akan dibahas secara detail tentang manusia , misalnya kita akan lebih mengetahui berbagai karakter dan sifat manusia . Karakter itu bisa dilihat dari berbagai faktor . Misalnya , dari penampilan , cara berjalan , cara berbicara , atau dari bentuk - bentuk fisik ( Mata , Alis , Hidung , Bibir , dll ) . Tentunya dalam mendefinisikan berbagai macam karakter manusia tersebut perlu proses dan penelitian yang panjang dan didasar berbagai teori yang berhubungan . Menurut saya hal - hal seperti itu sangat menyenangkan .

Totally , I Love Psychology ^^

Rabu, 06 Maret 2013

Sehat

Dalam postingan kali ini , saya akan menulisakan tentang "Sehat " , Apa itu " Sehat " ? Seringkali kita mengatakan bahwa sehat itu adalah suatu kondisi dimana sesuatu itu dalam keadaan normal dan sejahtera ,  baik untuk makhluk hidup ataupun benda mati ( badan , jiwa , dan sosial ) . Menurut saya , sehat adalah suatu kondisi dimana suatu hal berjalan sesuai dengan ritmenya dan di dalamnya tidak ada hambatan yang mengganggu sehingga segala sistem di dalam hal tersebut berjalan normal . Sedangkan menurut UU Pokok Kesehatan no. 9 Tahun 1960 Bab I pasal 2 , Sehat adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan ( jasmani ) , rohani ( mental ) , dan sosial , serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit , cacat , dan kelemahan .



Sedangkan menurut WHO ( World Health Organization ) , Sehat adalah keadaan yang sempurna baik fisik , mental , maupun sosial , tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan / cacat . Orang yang tidak bebas dari penyakit belum tentu dalam keadaan sehat . Semestinya , individu dikatakan sehat jika aspek - aspek sehat elah seimbang . Pengertian sehat ini merupakan suatu keadaan ideal dari sisi biologis , psikologis , dan sosial . 

 Ada 4 aspek yang merupakan satu kesatuan dalam definisi sehat , yaitu : 

  1. Sehat Jasmani , merupakan komponen penting dalam arti sehat seutuhnya , dimana manusia yang fungsi fisiologi tubuhnya berjalan normal . Misalnya : mata bersinar ,kulit kenyal , gesit , berat badan ideal , nafas baik , dll
  2. Sehat Mental , mencakup 3 komponen yaitu :
    • Pikiran : pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran 
    • Emosional : tercermin dari bagaimana seseorang menunjukkan ekspresi emosinya
    • Spiritual : tercermin dari bagaimana seseorang mengekspresikan rasa syukur , pujian , kepercayaan , dll . Misalnya : Seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan - aturan agama yang dianutnya 
  3. Kesehatan Sosial , tercermin dari bagaimana hubungan seseorang individu dengan   orang lain dan lingkungannya dapat berjalan dengan baik dan seimbang .
  4. Kesehatan Dari Aspek Ekonomi , dapat terlihat dari seorang yang dewasa ( produktif) memiliki  kegiatan / aktivitas yang menghasilkan yang dapat menyokong terhadap hidupnya atau  keluarga secara finansial . Tapi hal ini biasanya  tidak berlaku bagi siswa / mahasiswa dan pensiunan .
Hidup dengan pola atau gaya yang lebih fokus kepada hal - hal kesehatan , baik itu makanan , perilaku , bahkan gaya hidup sangat berpengaruh kepada kesehatan dan menuju hidup yang sehat jasmani maupun rohani . Jadi gaya hiduplah yang menopang pola hidup sehat ini , karena dengan gaya hidup yang sehat maka "Pengertian pola hidup sehat " akan secara otomatis dilakukan . Jika gaya hidup terbiasa meminum minuman keras , merokok setiap saat , terlalu banyak mengkonsumsi obat kimia , narkoba , keluar malam setiap hari inilah contoh hidup tidak sehat dan tentu sangat berpengaruh pada kesehatan.

Sumber Terkait : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan
http://zainal-a--fkm10.web.unair.ac.id/artikel_detail-35770-Kesehatan-Pengertian%20Sehat.html
http://www.kabar6.com/aneka-berita/sehat/6401-pengertian-sehat-menurut-who-.html
http://afand.abatasa.com/post/detail/2456/pengertian-sehat.html
http://jeffy-louis.blogspot.com/2011/02/konsep-dasar-sehat-dan-sakit.html
http://www.buahuntukdiet.com/pengertian-pola-hidup-sehat.html

Selasa, 04 Desember 2012

Pagi Setelah Hujan

Batu - batu itu telah basah
Air - air kecil jatuh dari dedaunan hijau
Matapun terbuka melihat mentari menorehkan sinarnya di balik mendung yang akan hilang

Tapi pagi ini , hati belum bisa damai seperti alam pagi ini
Ada tali yang menarik hati ke dalam kehampaan
Tentang bulan yang jauh dari mataku
Tentang cahaya yang timbul tenggelam dan terhalang
Tentang hujan yang tak pernah terduga datang dan perginya

Kamis, 08 November 2012

Mencoba Tes Psikologi Online

Di dalam perkembangan global yang semakin maju , di masyarakat semakin banyak hal - hal yang dapat mempermudah kehidupan manusia . Khususnya dalam bidang teknologi , misalnya internet yang sudah menjadi salah satu kebutuhan manusia . Perkembangan internetpun semakin pesat , tidak hanya digunakan lingkup teknologi saja , tetapi internet juga telah dikombinasi dengan ilmu lain misalnya psikologi . Banyak situs atau web di internet yang menyediakan berbagai informasi mengenai psikologi , bahkan tersedia juga tes - tes psikologi online yang tentunya lebih praktis dan memudahkan apalagi bagi masyarakat modern yang kebanyakan memiliki budaya pragmatis ( instan ) .
Berikut adalah beberapa tes - tes psikologi yang sering dilakukan secara online :

1. Tes Matematika
 Salah satu tes psikologi yang dapat dilakukan secara online adalah tes matematika , bentuknya seperti tes matematika lain misalnya penjumlahan , pengurangan , pembagian , perkalian , deretan bilangan
Berikut situs yang memuat tes matematika online :
2. Tes Logika
Tes ini biasanya berbentuk deret huruf ataupun deret gambar. Hal yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan seseorang untuk memahami pola - pola tertentu yang kemudian diwujudkan dengan gambar . 
Berikut situs yang memuat tes logika online :

3. Tes Verbal
Tes ini berfungsi untuk mengetahui sejauh mana kemampuan verbal seseorang , biasanya tes ini berupa sinonim , antonim , diksi , dan sebagainya .
Berikut adalah situs yang memuat tes verbal online :

4. Tes Pauli
Tes pauli ini berupa hitungan dengan angka yang berganti - ganti menjulang ke atas , fungsinya ialah untuk mengetahui keuletan , kemauan individu , emosionalitas , stabilitas , daya tahan untuk menyesuaikan diri .


Berikut adalah situs yang menyediakan tes pauli online :

5. Tes Minat Dan Bakat
Tes minat dan bakat salah satu tes psikologi yang tersedia banyak di internet . Fungsi dari tes ini adalah untuk mengukur minat dan bakat seseorang dalam bidang tertentu . Misalnya : Tes minat dan bakat untuk penjurusan siswa SMA
Berikut adalah situs yang menyediakan tes minat dan bakat online :
6. Tes EPPS
EPPS merupakan singkatan dari Edwards Personal Preference Schedule , tes ini merupakan tes kepribadian.Tes ini memiliki soal lebih dari 90 , kemudian antara satu pertanyaan dengan pertanyaan lainnya saling terkait . fungsi dari tes ini adalah untuk mengukur motivasi , kebutuhan , dan sikap seseorang untuk menghadapi pekerjaan yang dibebankan kepadanya . Berikut adalah situs yang menyediakan tes EPPS online : Click In Here

Untuk Tes psikologi online menggunakan bahasa Indonesia silahkan ikuti tesnya disini , KLIK DISINI

Sumber Terkait :
http://www.anneahira.com/tes-psikologi-online.htm
http://psikometrika.com/tes-pauli/
http://anakdodolpunya.blogspot.com/2012/06/contoh-soal-psikotes-di-kedinasan.html
http://psikometrika.com/tes-epps/